untitled

9 dari 10 kekayaan berada di tangan pedagang, sisanya yang hanya satu bagian itu dibagi-bagi diantara sekian banyak orang yang lebih memilih untuk menjadi pekerja.(Rasulullah SAW)


«Silaturahmi ke rumah Bos LPTTI
Redesign web LPK-INTERNUSA»

Jualan On-Line?
 Posted by: YUSWA | 11/28 2006, 14:16

 

Sudahkah Anda menawarkan produk dan jasa Anda melalui internet? Adakah manfaat website bagi usaha kecil dan menengah?

Perkembangan teknologi yang menyebar di seluruh dunia, membuat semakin banyak orang yang sadar atau melek internet. Bagi dunia usaha, dunia maya sebenarnya adalah lahan baru yang bisa digarap. Namun kini pertanyaannya, apakah konsumen sudah yakin akan kehandalan transaksi online?

“Jika ada orang yang menanyakan ke anda saat, apakah anda memiliki alamat e-mail , apa yang anda rasakan saat itu ? apakah anda dengan enteng langsung menyebut, “ oh, di sini… pokoknya @ anu.com lah”, dengan enteng. Atau anda hanya mengernyitkan dahi sambil tersenyum pasrah,”..wah maaf saya tidak punya alamat email…” Kepemilikan alamat email saat ini terdengar sebagai sesuatu yang generic saat ini, sudah lumrah, terutama bagi generasi yang lahir tahun 70-an dan sesudahnya. Kadang-kadang sampai kita merasa aneh jika ‘hare gene’ ada orang yang belum punya alamat email. Dalam tingkat yang sangat sederhana, kondisi ini menunjukan betapa teknologi internet mulai berpengaruh terhadap cara hidup dan trend yang ada disekitar kita. Walaupun demikian, penggunaan teknologi internet belum banyak berpengaruh terhadap perilaku belanja konsumen, terutama dalam hal memanfaatkan fitur-fitur belanja on-line. Alasannya memang macam-macam, tetapi yang utama karena takut kartu kredit atau rekening bank-nya dibobol oleh hacker, atau takut menjadi korban penipuan. Maklum, transaksi on-line hanya mempertemukan pedagang dan pembeli dalam dunia maya.”

Itulah ilustrasi dari Inu Machfud, Head of Researcher, BMI Research. Dirinya menggarisbawahi bahwa meskipun sudah banyak orang yang sadar internet, tapi transaksi perdagangan secara online masih mengalami hambatan. Tiada lain, hambatan itu disebabkan ketidak percayaan pembeli, karena tidak melihat langsung atau mengetahui secara persis keberadaan penjual dan benda atau barang yang dibelinya. Padahal dari sisi pengusaha, investasi yang dikeluarkan juga cukup lumayan.

“Tetapi ada suatu pertanyaan menarik yang diajukan kepada saya baru-baru ini oleh kawan-kawan dari sbuah jaringan retail, yaitu manfaat apa yang kita dapatkan apabila kita sebagai penjual menyediakan fitur penjualan on-line? Terus terang ini pertanyaan sederhana tapi visinya cukup jauh ke depan. Jujur saja, kalau secara kasat mata saja, paling tinggi manfaat yang kita dapatkan melalui fitur penjualan on-line paling banyak kita terlihat lebih modern dan trendy. Mengikuti perkembangan jaman istilahnya. Tetapi yang repot, memang kalau kita ingin menghubungkan antara investasi untuk fitur penjualan secara on-line dengan peningkatan penjualan. Apalagi omzet, wah memang masing jauh untuk rata-rata bisnis retail di Indonesia. Bahkan juga untuk ukuran kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya sekalipun.”

Jika demikian datanya, apakah artinya di Indonesia menawarkan jasa via internet ini kurang bermanfaat? Apakah kita sebaiknya melupakan fasilitas internet bagi usaha kita? Ternyata tidak, karena masih banyak manfaat yang bisa kita dapat, misalnya seperti kemampuan mengenal pelanggan dengan lebih jauh.

“Jadi apakah dengan fitur ini kita sama sekali tidak bias mendapatkan manfaat lebih? Nah, di sini yang lebih menarik. Apabila kita melihat dari sudut pandang marketing yang lebih luas, ternyata ada manfaat lain yang bias kita peroleh, selain hanya berharap pada peningkatan sales. Yang pertama, dengan menjual secara online, anda justru bisa mengetahui secara lebih detail siapa pelanggan anda. Loh, kok bisa? Ya, karena fitur penjualan secara on-line ini memungkinkan kita untuk mensyaratkan calon pelanggan untuk mengisi data diri selengkap mungkin. Dan enaknya lagi, pelanggan sendiri yang memasukkan datanya ke dalam database kita, sementara kita hanya menyediakan infrastrukturnya. Hemat waktu dan tenaga, walaupun tetap perlu modal.”

Berikutnya, kita bisa menyesuaikan keinginan pelanggan dengan produk atau jasa yang kita sediakan, semaksimal mungkin.

“Yang kedua, selain data identitas pelanggan, kita bisa langsung mengintegrasikan data tersebut dengan kebutuhan dan jenis produk atau layanan yang dibeli oleh pelanggan. Sehingga kita memiliki gambaran profil pelanggan kita, yaitu siapa mereka, apa yang dibutuhkan dan kapan mereka membelinya. Manfaatnya dengan memiliki data-data ini adalah kita bisa lebih cepat melakukan analisa pasar dan membuat rencana pemasaran ke depan.”

Meskipun dengan adanya hambatan psikis, seperti ketidak percayaan pelanggan karena tidak bertemu langsung penjual, transaksi online tetap bisa dikembangkan. Caranya, konsumen harus diajarkan.

“Masalahnya sekarang, kita kan sudah tadi barier yang menyebabkan pelanggan tidak mau atau ragu-ragu memanfaatkan fitur penjualan secara on-line. Tentunya, bagaimana caranya supaya mereka mau menggunakan fitur tersebut? Jawabannya sederhana: mereka harus dipaksa! Cara memaksanya dapat dengan melakukan penjualan produk atau layanan-layanan yang paling diminati secara eksklusif hanya melalui penjualan online. Atau memberikan insentif berupa bonus atau discount misalnya.”

Inu Machfud memberikan contoh salah satu usaha di Indonesia yang memaksa, dalam tanda kutip, pelanggannya untuk pergi ke internet untuk mendapatkan produknya.

“Maskapai penerbangan Air Asia misalnya, dapat menjadi salah satu contoh “pemaksa” yang berhasil melakukan penjualan produknya melalui jalur on-line. Bertentangan dengan kebiasaan maskapai penerbangan yang memperluas jaringan penjualan melalui agen-agen, tiket Air Asia justru hanya dapat dipesan melalui internet, atau call centre. Nah sebagai tambahan, hal yang tidak boleh dilupakan adalah sebelum membuka fitur penjualan secara online, kita harus mengkaji kesesuaian antara karakter produk dengan habit penggunaan internet konsumen kita. Agar tidak terjadi gap yang terlalu menyulitkan konsumen untuk mengakses produk kita. Demikian diskusi kita kali ini, jadi untuk saat ini kita sebenarnya dapat memanfaatkan fitur penjualan online tidak hanya sebagai sales tool semata, melainkan juga sebagai data base tool. Saya Inu Machfud dari BMI Research untuk ruang bisnis.”

Jadi transaksi pelanggan melalui halaman internet kita, selain berfungsi menjual produk kita, juga memberikan kita informasi lebih banyak mengenai profil dan keinginan atau preferensi pelanggan itu sendiri.

Source: Radio Singapura International 

Business | Comment | Permalink | Trackbacks (0)

    Add comment



Report Content · · Web Hosting · Blog · Guestbooks · Message Forums · Mailing Lists
Easiest Website Builder ever! · Build your own toolbar · Free Talking Character · Email Marketing
powered by a free webtools company bravenet.com

Your Ad Here